Periferal Kamera & Handycam

Diposting oleh Adjus di 22.42

Kamis, 04 September 2008

Citra digital adalah hasil penangkapan suatu objek fisik menggunakan peralatan pencitraan digital, dimana setiap bagian dari gambar tersebut direpresentasikan dalam bentuk piksel (picture elements). Suatu citra digital dapat diedit, dimanipulasi, dikirim, dihapus, dikopi atau dimasukkan keberkas komputer lainnya atau ke halaman web.

Pencitraan digital adalah proses memperoleh suatu representasi digital dari suatu objek asli menggunakan peralatan pencitraan digital seperti pemindai atau kamera digital.Penangkapan (capture) perekaman suatu objek ke dalam bentuk digital. Pemindaian adalah proses pembuatan suatu citra digital dari suatu objek asli menggunakan peralatan pemindai dan perangkat lunak pemindaian.

Citra digital master adalah kopi dengan kualitas terbaik dari citra digital, yang diharapkan bisa mewakili arsip asli. Citra digital master harus merepresentasikan bahan arsip asli yang tidak termanipulasi dan diciptakan dengan resolusi tinggi serta disimpan dalam format yang tidak dikompresi.



Citra digital akses adalah kopi dengan resolusi rendah yang diperoleh dari master dan biasanya dibuat untuk penayangan yang baik pada layar atau halaman web.

Thumbnail adalah kopian dengan ukuran dan resolusi yang rendah (1/4 dari ukuran citra digital akses) yang biasanya dihubungkan (hyper linked) ke versi dengan ukuran dan resolusi citra digital yang lebih tinggi.

Pencitraan Digital
Istilah pencitraan digital (digital imaging) mengandung maknapembuatan suatu citra digital dari suatu objek fisik. Suatu citra digital terdiri dari piksel (picture elements), yang sama seperti titik (dot) pada foto di surat kabar atau butiran (grain) pada foto hasil cetakan, yang tersusun berdasarkan perbandingan kolom dan baris yang telah ditetapkan sebelumnya. Setiap piksel merepresentasikan bagian dari citra digital dalam satu warna atau degradasi kelabu tertentu. Suatu citra digital dapat diedit, dimanipulasi, dikirim, dihapus, dikopi atau dimasukkan ke berkas komputer lainnya atau ke halaman web.

Citra digital dapat digunakan untuk pencetakan, dokumentasi, penelitian, dan publikasi secara sambung jaring (on-line) sehingga memungkinkan khazanah arsip dapat diakses secara lebih luas. Disamping itu dengan teknologi digital, khazanah arsip statis yang rentan untuk digunakan atau dilihat oleh pengguna secara langsung, dapat dilihat dan digabungkan dengan khazanah arsip statis yang berkaitan namun berada pada

lokasi yang berbeda-beda. Selain itu juga mendukung strategi preservasi karena penanganan terhadap bahan arsip asli secara langsung dapat dikurangi. Berkaitan dengan penyelenggaraan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN), maka pengembangan suatu pangkalan data citra digital akan sangat mendukung akses yang efisien dan efektif terhadap khazanah arsip statis yang terdapat di seluruh lembaga kearsipan statis di Indonesia.

Untuk itu anggota jaringan selain membuat pangkalan data yang berisiinformasi arsip statis juga
menghubungkannya dengan pangkalan data citra digital. Meskipun proses ini sebenarnya tidak begitu rumit, namun karenaberkaitan dengan teknologi dan prosedur yang mungkin belum begitu dikenal oleh anggota jaringan maka perlu disusun sebuah petunjuk teknis tentang bagaimana pencitraan digital arsip statis dilakukan.

Meskipun kegiatan pencitraan digital tidaklah murah namun harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi suatu organisasi yang berkaitan dalam bidang kearsipan. Perencanaan kegiatan tersebut perlu mempertimbangkan waktu dan sumber daya yang diperlukan bagi persiapan fisik arsip yang akan dicitra digitalkan dan pengembangan dokumentasi yang diperlukan untuk menjamin kontrol intelektualnya.

Peralatan Pencitraan Digital

1) Pemindai digital dan kamera digital
Pemilihan peralatan untuk pencitraan digital, yakni pemindai digital atau kamera digital, harus dipertimbangkan tidak hanya dikaitkan dengan karakteristik objek yang akan dicitrakan, tetapi juga maksud penggunaan citra digital hasil pencitraan digital tersebut. Tidak perlu untuk membeli pemindai digital yang canggih dan mahal bila citra digital hasil pemindaian tersebut hanya digunakan untuk ditayangkan di situs web. Dilain pihak bila akan dibuat citra digital master yang dapat digunakan untuk beberapa penggunaan yang belum jelas di masa mendatang maka pemilihan peralatan dan proses pencitraan digitalnya memerlukan perhatian khusus.

Terdapat beberapa peralatan pencitraan digital dengan jenisjenis
sebagai berikut:
a) Pemindai digital rata (flat-bed scanner)

Merupakan jenis yang paling banyak dipergunakan dengan beragam format, kualitas dan harga. Pemindai digital rata biasanya diperuntukkan bagi bidang pindai 8" x 11", namun terdapat juga pemindai untuk bidang yang lebih besar. Pemindai digital ini dapat dibeli sekaligus dengan adapter transparansi (transparency adapters) sehingga dapat memindai film negatif dan slide dengan sangat mudah. Pemindai digital dengan kualitas tinggi (high end) memiliki masalah "flare" yang lebih sedikit, selain itu juga telah terdapat konektor untuk USB dan fire wire yang sangat memudahkan penggunaannya.



b) Pemindai digital lembar-tunggal (single-sheet scanner)
Pemindai digital jenis ini dirancang untuk memindai kertas lembar per lembar. Mekanismenya adalah dengan memasukkan salah satu ujung lembaran kertas, kemudian pemindai digital akan menarik dan mengarahkannya ke sensing array hingga kemudian dikeluarkan ke sisi lainnya. Pemindai digital ini tidak cocok untuk membuat citra digital dengan kualitas yang tinggi.

c) Pemindai digital pengumpan lembaran (sheet-fed scanner)
Pemindai ini biasanya digunakan untuk batch work dan tidak boleh digunakan untuk naskah arsip asli karena dapat terjadi jamming yang dapat menyebabkan kerusakan atau kehancuran pada naskah arsip asli tersebut.

d) Pemindai digital drum
Menghasilkan citra digital dengan kualitas tinggi namun harganya cukup mahal. Karena bahan-bahan yang akan dipindai ditempatkan pada suatu drum yang berputar (rotating drum), pemindai ini tidak disarankan untuk bahan-bahan yang memiliki nilai tinggi, melainkan cocok untuk film negatif dan transparansi. Sekarang ada yang menamakan drum pemindai digital sebagai roll pemindai digital, bukan rotating drum, karena ia menggunakan suatu pengaturan dengan memakai conveyor belt.


sehingga mengurangi kemungkinan kerusakan terhadap naskah asli. Harga drum pemindai digital cukup mahal.

e) Pemindai digital tangan
Pemindai digital jenis ini memerlukan tindakan operator secara manual, yakni dengan memegang peralatan pemindai digital. Untuk melakukan pemindaian, operator mengeser secara manual peralatan tersebut pada dokumen yang dipindai. Pemindai digital tangan ini cocok untuk objek yang kecil yang tidak lebih besar dari peralatan itu sendiri.

f) Pemindai digital film
Secara khusus dirancang untuk pencitraan digital bahan-bahan transparansi seperti film 35 mm. Pemindai digital film sangat cocok untuk roll film, namun kurang cocok untuk slides; Ia memiliki masalah dengan "flare." Kamera digital Sangat cocok untuk objek 3 dimensi, memiliki kualitas dan harga yang sangat beragam. Kamera digital memiliki masalah dengan "flare," atau bright patches pada citra digital. Jika kamera digital yang diperlukan sebaiknya ia digunakan pada suatu ruangan yang terkontrol seperti studio.

Untuk keperluan proses pencitraan digital disarankan menggunakan satu komputer yang khusus untuk keperluan tersebut. Berikut ini beberapa hal yang dapat dipertimbangkan dalam pemilihan komputer:

a) Pilih komputer yang memiliki Random Access Memory
(RAM) sebesar mungkin (paling tidak 512 MB). Semakin besar memori semakin memungkinkan komputer untuk memproses data citra digital dalam jumlah banyak dan dengan lebih cepat.

b) Pilih komputer yang memiliki processor yang tinggi untukmengolah citra digital (Pentium IV atau yang lebih tinggi)


c) Pilih komputer yang mendukung input data berkecepatan tinggi melalui koneksi USB 2.0 atau IEEE 1394 "Firewire."

d) Pilih komputer yang memiliki CD-RW burner yang sesuai dengan standar dari ISO bila ingin menyimpan hasil pencitraan ke dalam CD-ROM.

e) Bila perlu dapat juga dilengkapi dengan DVD burner, namun standar untuk format DVD belum ada dan masalah-masalah migrasinya mungkin lebih cepat terjadi dari pada CD. Jika suatu instansi akan membeli komputer baru sebagai perangkat keras untuk pencitraan digital disarankan untuk melihat publikasipublikasi mengenai komputer yang telah ada, misalnya majalah komputer untuk membantu pengambilan keputusan. Dalam mengambil keputusan disarankan sedapat mungkin mengikutsertakan staf di bidang teknologi informasi (TI).

Setelah mengklik atau menjalankan program, tampilan pertama kali adalah pilihan ingin menggunakan wizard atau tidak. Untuk kali ini kita menggunakan VideoStudio Editor dengan cara mengklik pada link-nya.




7
DV to DVD Wizzard : option ini anda pilih jika ingin meng capture dari
handycam langsung ke dalam bentuk DVD

Movie Wizard :Dengan option ini anda bisa mencapture kemudian membakar
dalam bentuk disk dengan mudah tanpa melalui editing yang rumit.

Video StudioEditor: Untuk edit video secara mandiri dan bebas sesuka anda.

Tampilan Ulead VideoStudio



Secara garis besar ada 7 langkah dalam menggunakan Ulead VideoStudio, di mana tiap langkah mewakili dari tiap tombol yaitu,
1. Captur
2. Edit
3. Effect
4. Overlay
5. Tittle
6. Audio
7. Share

Langkah/Step : Capture












8


Untuk memulai proyek mengedit video, langkah pertam adalah mengcapture video atau memindahkan video dari tape/cassete kedalam bentuk digital. Klik pada tombol capture. Kemudian pilih capture video,



Duration : Lama capture yangSudah kita lakukan.

Source : Sumber alat, apakah dari handycam atau dari alat lain.

Format : Format file hasil capture yang kita lakukan. Untuk mebuat film vcd kita bisa pilih format vcd atau mpeg1 untuk membuat file dvd kita bisa memilih format dvd atau mpeg2 sedangkan kalo kita ingin mengolah file dengan hasil yang maksimal kita bisa memilih format dv. Jenis format juga tergantung dengan alat atau kamera yang kita gunakan. Jika Edit Video menggunakan Ulead VideoStudio kita menggunakan kamera handycam yang masih menggunakan video 8 sebaiknya kita capture menggunakan format vcd atau mpeg.

9
sedangkan kalo kita mengcapture dari kamera yang sudah menggunakan Mini DV bisa capture dengan format dvd atau dv. Jenis file format juga mempengaruhi ukuran dari file movie hasil capture. Sebagai ilustrasi untuk 1 jam capture menggunakan file vcd/mpeg ukurannya sekitar 600-700 MB, sedangkan dengan menggunakan format DVD atau DV bisa sampai 8 – 10 GB.

Capture folder : folder tempat file movie hasil capture berada, pilih folder di drive yang masih banyak space kosongnya. Setelah semua sudah di setting sesuai kebutuhan, kita bisa mengklik tombol capture video



Jika kita menganggap proses capture sudah selesai, klik tombol stop capture.
Otomatis file hasil capture sudah ada di gallery.


Langkah/Step 2 Edit
Setelah kita selesai mengcapture video, langkah selanjutnya adalah mengedit video tersebut supaya lebih sesuai dengan yang kita mau. Klik pada edit.



10


Reverse Video, untuk memainkan video dari belakang

Rotate, untuk merotate video 90 derajat searah jarum jam atau sebaliknya

Color correction, untuk mengatur contras, hue dan sebagainya

Playback Speed, di gunakan untuk mesetting cepat/lambatnya kecepatan klip

Save as still Image, digunakan untuk menyimpan klip sebagai image/gambar
Split By Scene, Untuk memecah video menjadi beberapa klip kecil bias menggunakan split by scene. Multi Trim Video, untuk memtong video atau menghilangkan bagian tertentu



11

Untuk memasukan video yang akan kita edit drag dari tumbnail yang ada di galery ke storyboard view atau timeline view. Stryboard view, untuk mempermudah pengorganisasian klip kita gunakan storyboard view



Untuk melihat keseluruhan frame dari video klip yang sudah kita masuk timeline view




Kita bisa menambahkan efeek pada klip video yang kita masukan, dengan cara klik pada gallery dari video rubah ke video filter, kemudian drag efek yang kita mau dari gallery ke video klip yang akan kita efek. Untuk melihat effek yang di masukan bisa di liat di attribute

12



Masukan beberapa klip video yang anda mau atau cukup satu saja selanjutnya masuk ke step/langkah 2. Untuk memotong klip geser jog ke posisi yang akan di buang, kemudian klik tombol cut (gunting). Untuk menghapus klip video dari storyview maupun timeline viev klik pada klip yang akan kita hapus kemudian klik tombol del di keyboard.

Langkah/Step 3 : Effect

Ada kalanya video terdiri dari beberapa scene, perpindahan antar scene atau antar videomungkin agak tidak halus. Supaya perpindahan antar scene atau antar video berjalan mulus bisa kita tambahi effect tarnsisi. Begitu panel effect di tekan otomatis gallery berubah menjadi thumbnail effect. Untuk lebih mudah masuk ke storyboard view. Kemudian drag and drop(geret) effect yang anda mau ke sela-sela antara dua video atau dua scene.


13


Untuk memilih effeck yang lain klik pada tanda panah pada gallery, kemudian pilih dari berbagai effect yang ada. Untuk mempercepat memperlambat effect rubah pada duration.


Langkah/Step 4 : Overlay

Overlay adalah memainkan movie di atas movie yang lain, kalo dalam istilah adobe namanya layer, fungsinya jika kita ingin menampilkan dua buah movie klip secara bersamaan. Untuk mengaktifkan overlay harus dalam bentuk timeline view. Ada track tersendiri, overlay track. Drag klip movie yang akan kita gunakan tempatkan pada overlay track.



Fungsi lain dari overlay adalah Mask & Croma key yaitu untuk menghilangkan warna background (blue screen). Misalnya kita melakukan syuting di studio dengan latar belakang biru solid atau hijau, backgraound biru itu bisa kita hilangkang kita ganti dengan pemandangan


14




Klik pada overlay option, kemudian pilih warna yang akan di hilangkan. Ukuran maupun posisi video overlay bisa di atur dengan menggeret garis kuning yang melingkari video overlay.

Langkah/Step 5 : Title

Suatu film tidak akan menarik jika tidak ada teks judul ataupun teks yang lain. Setelah kita melewati overlay step kita masuk ke title step untuk menambahkan title atau teks ke dalam movie kita. Klik pada panel title untuk menambahkan teks.









15


Kita bisa mensetting title dengan ukuran font, warna maupun jenis teks atau bisa juga kita menggunakan gallery teks yang sudah ada. Tinggal kita drag salah satu galeri title ke title track. Panjang pendeknya teks bisa kita atur dengan menarik ujung yang berwarna kuning. Option bisa kita sesuaikan dengan yang kita inginkan Text bisa di buat vertical maupun horisantal.



Langkah/Step 6 : Audio

Audio memegang peranan penting dalam sebuah film, begitu juga dengan video klip yang kita edit. Untuk menambah kesan yang lebih dalam tambahkan musik. Ulead video studio menyediakan voice track untuk dubbing suara dan music track untuk memasukan lagu atau instrument.





16


Untuk memasukan lagu ke dalam bisa menggunakan menu insertKita bisa memotong lagu/instrument sesuai dengan kita mau dengan cara sama dengan memotong movie. Besar kecilnya Volume audio Fade in fade out Audio Filter untuk menambah effek pada audio




Langkah/Step 7 : Share

Setelah semua langkah sudah di lakukan, tentunya langkah-langkah di atas tidak harus urut. Anda bisa membolak-balik urutan langkah sesuka anda, tetapi langkah ke 6 atau share pastilah di tempatkan pada akhir, karna di step ini kita merender hasil editing kita dalam bentuk keping cd atau file movie.


17




Create Video File, untuk merender hasil editing kita dalam bentuk file movie misalnya dalam format avi, mpeg, mpeg2 dan sebagainya

Create sound file, merender editing kita ke dalam bentuk file audio, dalam bentuk wav atau wma.

Create Disc, merender hasil edting kita dalam keeping cd.

Project Playback, untuk memutar seluruh projek dari awal sampai akhir.

18
DV Recording, untuk merekan hasil editing kita ke dalam dv tape



Untuk membuat vcd klik pada create disc Pada output disc format pilih VCD Cretae menu jika di centang akan membuat menu pada saat vcd/dvd di mainkan pada player. Untuk membuat vcd lebih baik tidak usah di kasih menu, hilangkan tanda centang. Kemudian klik next



Pada tahap ini anda bisa memainkan video projek anda, jika sudah yakin klik next



Disc volume label, untuk memberi judul padadisc anda
19

Drive, cd writer yang anda gunakan

Burning speed, kecepatan dari proses pembakaran cd, supaya bisa di baca oleh semua player, gunakan kecepetan 16x

Copies, jumlah cd yang akan kita burn, Jangan lupa mencentang burn to disc, setelah itu klik burn Setelah tombol burn di tekan akan ada proses rendering kemudian burn to disc,





untuk membakar dalam format DVD bisa di lakukan dengan cara yang sama.

1 komentar:

Suweca-Nata mengatakan...

Hi Kawandz...

Met Taon Baru 2009 yaw...

Moga sukSes...

Jgn Lupa yaw ,, ma persahabatan qta...